CILACAP – jurnalpolisi.id
Warga Desa Sidasari, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap kini bisa bernapas lega. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy bersama SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Citanduy resmi merealisasikan proyek strategis Prasarana Pengendalian Banjir Sungai Cikawung dan anak-anak sungainya.
Langkah taktis ini diambil pemerintah pusat guna menyudahi masalah klasik berupa pendangkalan, erosi tebing, dan penyempitan badan sungai yang kerap memicu banjir tahunan. Selama ini, luapan air Sungai Cikawung selalu menjadi momok yang merendam permukiman sekaligus merusak lahan pertanian produktif milik warga setempat.
Target Ketat dan Detail Kontrak
Proyek krusial ini didanai langsung oleh APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak yang cukup fantastis, yakni mencapai Rp11.840.000.000,-. Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pengerjaan fisik di lapangan mencakup normalisasi alur sungai sepanjang kurang lebih 4,28 kilometer, pembangunan tanggul pengaman (talud), serta perbaikan struktur pesisir sungai.
Proyek ini berjalan di bawah pengawasan ketat dengan detail pelaksanaan sebagai berikut:
-Nomor Kontrak: 02/PP-KTR/Bbws13.6.1/V/2026-ADD.I
- Tanggal Kontrak: 04 Mei 2026
- Durasi Kerja: 240 hari kalender
- Kontraktor Pelaksana: CV. Badia Karya
- Konsultan Supervisi: PT. Oseano Adhitaprasarana KSO PT. Dinamika Persada
Utamakan Mutu Premium dan Keselamatan Kerja
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa CV. Badia Karya selaku kontraktor pelaksana menerapkan standar mutu dan keamanan yang tinggi. Seluruh tenaga kerja diwajibkan mematuhi protokol Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap secara disiplin.
Tak hanya urusan keselamatan, kualitas material juga menjadi prioritas utama. Struktur penahan air dibangun menggunakan batu gunung pilihan asal Ciwuni yang terkenal sangat kokoh dan memiliki daya tahan tinggi terhadap gerusan arus air. Pihak pelaksana memastikan seluruh proses pembangunan terdokumentasi dengan rapi demi menjaga transparansi dan memastikan kesesuaian dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
Sambutan Hangat dari Warga dan Pemerintah Desa
Realisasi proyek yang sudah dinantikan selama bertahun-tahun ini memicu rasa haru dan syukur dari pemerintah desa serta warga setempat.
Kepala Desa Sidasari, Mundirin, mengungkapkan apresiasinya yang mendalam kepada pemerintah pusat.
”Alhamdulillah, perjuangan dan usulan kami sekian lama akhirnya dijawab oleh pemerintah pusat. Pembangunan talud dan tanggul pengaman ini sangat dinantikan warga,” ujar Mundirin.
Optimisme serupa juga diungkapkan oleh Ari, salah seorang tokoh masyarakat Desa Sidasari. Ia mengaku kini warga tidak perlu lagi merasa cemas saat musim hujan tiba.
”Kami tidak lagi merasa was-was. Dengan tanggul kokoh dari batu berkualitas yang dikerjakan secara tertib ini, kami berharap tidak ada lagi genangan air yang merusak sawah dan rumah warga,” kata Ari dengan penuh harap.
Dengan masa kerja 240 hari kalender yang tengah berjalan, semua pihak optimistis proyek pengendali banjir ini dapat rampung tepat waktu. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu berfungsi maksimal dalam memberikan rasa aman, sekaligus melindungi aset serta roda perekonomian warga di Kecamatan Cipari. (12 Juni 2026).
(Syai)