Kerinci – Jurnalpolisi.id
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, menuai sorotan publik. Sejumlah wali murid mengeluhkan porsi makanan yang dinilai terlalu sedikit dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat terhadap program nasional tersebut.
Keluhan itu mencuat setelah beredarnya foto menu MBG yang diterima siswa, pada Rabu 10 Juni 2026 Dalam foto tersebut terlihat satu porsi makanan berisi nasi putih dalam jumlah terbatas, empat butir telur puyuh, tempe diiris kecil kecil di goreng di campur cabe sedikit serta 3 potong mentimun yang di iris juga, serta makanan cuci mulut yaitu buah naga satu potong ( satu bagi 6), “ungkap wali murid.
Salah seorang wali murid lainya yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dengan porsi yang diberikan kepada anak-anak.”Survei lah ke MBG yang dikelola DPR tu. Dikit nian nasi, telur puyuh beberapa butir. Apakah memang seperti itu atau kami yang salah?” tulisnya kepada media ini sambil mengirimkan foto menu MBG pada hari rabu.
Menurutnya, program yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah tersebut seharusnya mampu memberikan asupan yang lebih memadai, terutama bagi siswa yang menjalani aktivitas belajar seharian.
Sorotan masyarakat semakin menguat setelah muncul informasi bahwa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani MBG di wilayah Air Hangat diduga merupakan milik salah satu pimpinan DPRD Kabupaten Kerinci, yaitu BE. (Sebagai Owner-nya)
Hingga berita ini dipublish, pihak kepala pengelola SPPG Dapur MBG kec Air Hangat maupun pihak terkait lainnya masih diupayakan konfirmasi untuk memberikan klarifikasi atas keluhan masyarakat tersebut, kami menunggu jawaban klarifikasi dari pengelola. (Mul)