Balikpapan – jurnalpolisi.id
Komandan Satuan Brimob (Dansat Brimob) Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., secara resmi membuka perlombaan Sakunta Warriors II Tahun 2026 yang digelar di Aula Satya Haprabu, Mako Brimob Stalkuda, Balikpapan, Kamis (11/6/2026).
Ajang tahunan tersebut menjadi salah satu sarana pembinaan personel untuk menguji kemampuan fisik, mental, keterampilan taktis, serta kekompakan tim dalam rangka menjaga dan meningkatkan kesiapan operasional jajaran Satbrimob Polda Kaltim.
Sebanyak tujuh tim terbaik dari berbagai satuan di lingkungan Satbrimob Polda Kaltim ambil bagian dalam kompetisi yang berlangsung ketat tersebut. Tim yang berpartisipasi terdiri dari Tim Staf Makosat, Tim Detasemen Gegana, Tim Batalyon A Pelopor A, Tim Batalyon A Pelopor B, Tim Batalyon B Pelopor A, Tim Batalyon B Pelopor B, serta Tim Batalyon C Pelopor.
Rangkaian perlombaan dipusatkan di Lapangan Tembak dan Lapangan Halang Rintang Wajracyena, yang dikenal sebagai lokasi latihan untuk mengasah kemampuan tempur, ketahanan fisik, dan keterampilan taktis personel Brimob.
Dalam amanatnya, Kombes Pol. Andy Rifai menegaskan bahwa Sakunta Warriors bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang, melainkan menjadi sarana evaluasi sekaligus pembuktian kesiapan personel dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.
“Sakunta Warriors merupakan panggung pembuktian bagi seluruh personel. Di medan latihan Halang Rintang dan Lapangan Tembak Wajracyena inilah kemampuan fisik, kecepatan berpikir, ketahanan mental, serta kerja sama tim diuji secara maksimal,” ujar Andy Rifai.
Menurutnya, setiap personel Brimob dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme melalui latihan yang berkesinambungan. Oleh karena itu, perlombaan seperti Sakunta Warriors menjadi bagian penting dalam membentuk karakter prajurit yang tangguh, disiplin, dan siap menghadapi berbagai dinamika tugas kepolisian.
Dansat Brimob juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan berlangsung. Ia menekankan bahwa mental juara tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh integritas, disiplin, dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan selama kompetisi.
“Seorang petarung sejati lahir dari latihan yang keras, disiplin yang kuat, dan semangat untuk terus berkembang. Saya berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik sekaligus menjaga kekompakan dan sportivitas,” katanya.
Melalui pelaksanaan Sakunta Warriors II Tahun 2026, Satbrimob Polda Kaltim berharap dapat melahirkan personel-personel unggul dari unsur Pelopor maupun Gegana yang memiliki kemampuan taktis mumpuni, loyalitas tinggi, serta dedikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kalimantan Timur.
Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Satbrimob Polda Kaltim dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks, sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Kalimantan Timur
( Alfian )