BLORA. jurnalpolisi.id
Kabar baik datang dari Desa Tamanrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. Sungguh luar biasa BUMDes Dahlia yang baru berjalan 8 bulan semenjak Musyawarah Desa menetapkan usaha pertanian tebu menjadi potensi unggulan Desa Tamanrejo .
Saat ini BUMDes Tamanrejo telah berhasil membuktikan diri lewat panen tebu perdananya . Dari lahan 4 bahu, 2 bahu sudah dipanen dan menghasilkan 19 truk tebu yang langsung dikirim ke PG Trangkil, Pati. Sedangkan sisanya 2 bau masih dalam proses penebangan.
Kepala Desa Tamanrejo Suratman menjelaskan bahwa Keberhasilan kerja saat ni menjadi bukti nyata BUMDes bisa jadi motor penggerak ekonomi desa, jika dikelola serius. Sejak awal, BUMDes Dahlia fokus penggarapan lahan produktif.
Rincian anggarannya transparan sebagai modal awal Kas BUMDes sebesar Rp 227.000.000,- , untuk sewa lahan mantan kamituwo Maguan Desa Tamanrejo 4 bau 2 tahun Rp 80 juta, penggarapan mulai tahun 2025 – 2027 ( Lunas ) sewa lahan Kamituwo setro yang ada di Dukuh Pendem Desa Tambahrejo selama 4 tahun Rp 40 juta ,penggarapan mulai tahun 2027 – 2030 ( lunas ). sehingga jumlah keseluruhan sewa lahan ada 5 bau senilai Rp 120 juta.
Perhitungan tahun pertama sewa lahan kamituwo Maguan tahun 2025- 2027 terhitung Rp 40.000.000,- ( 4 bau ) ditanami tebu . Dari hasil pengelolaan dana masih tersisa di saldo kas BUMDes tercatat Rp 107.000. 000,-
Lebih lanjut Suratman, juga memberikan apresiasi tinggi. “ Ini pencapaian luar biasa. BUMDes baru 8 bulan sudah bisa panen dan memberi hasil.
Alhamdulillah ,keberhasilan ini merupakan keberhasilan atas kerja sama BUMDes Dahlia dengan Pemerintahan Desa Tamanrejo.
Harapan saya, BUMDes Dahlia bisa jadi percontohan bagi BUMDes desa lainnya di Blora,” ujarnya.
Senada, Ketua BUMDes Dahlia Sutik juga menyampaikan rasa syukur. “Alhamdulillah, kerja keras pengurus dan warga membuahkan hasil. Ini keberhasilan kerja kita bersama. Semoga ke depan BUMDes Dahlia semakin maju dan manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh warga Desa Tamanrejo,” katanya.
Saat ini sudah Panen 19 truk tebu yang dikirim ke Pabrik Gula Trangkil Pati menjadikan langkah awal yang sangat menjanjikan. Dengan sisa lahan yang masih belum ditebang, potensi hasil BUMDes Dahlia diprediksi terus meningkat. Estimasi hasil panen tebu diperkirakan mencapai minimal 30 truk dengan muatan setiap truk 7,4 ton tebu .
Prakiraan untuk hasil panen tebu keseluruhan kurang lebih mencapai 222 ton. Harga kotor tebu Rp 710.000,- / ton setelah dikurangi ongkos angkut setiap ton Rp 130.000,- dan ongkos tebang Rp 130.000/ ton ,sehingga harga tebu Netto/ bersih tinggal Rp 450.000,- / ton .
Prakiraan perhitungan laba kotor minimal = : 30x 450..000 x 7,4 x Rp 1= Rp 99.900. 000′- dikurangi biaya perawatan 8 bulan Rp 18.000. 000,-karens lahan sebelumnya sudah ada tanaman tunas tebunya serta biaya pembelian grosok untuk jalan truk tebu 2 rid Rp 2. 000.000,- Sehingga laba bersih selama 8 bulan kerja di tahun 2026 mencapai Rp 79..900.000,- diperkirakan Kas BUMDes nantinya mencapai Rp 107.000.000 + Rp 79.900.000= Rp 186 .900.000,-
Kini Desa Tamanrejo punya bukti: BUMDes Dahlia bukan sekadar nama, atau papan nama saja tetapi benar – benar ada solusi nyata untuk kemandirian desa.Disamping itu kedepan masih punya modal lahan seluas 4 bau sewa 1 tahun di tahun 2026 – 2027 dan sebau tanah sewa dari kadus setro selama 4 tahun . yang akan digarap mulai tahun 2027 – 2030. . BUMDes Dahlia juga mengelola air bersih PAMSIMAS untuk warga masyarakat.
Disisi lain Ketua Badan Perwakilan Desa ( BPD ) Tamanrejo Mulyono menandaskan bahwa kerjasama yang harmonis antara pemerintahan Desa dengan BUMDes Dahlia harus tetap dijaga dengan baik . Tugas kami selaku BPD kedepan tetap mengawal agar pengelolaan keuangan transparan dan hasilnya bisa kembali untuk warga masyarakat Desa Tamanrejo.
” Sebagai ketua BPD kami merasa bangga dimana BUMDes Dahlia sudah mampu membuktikan Program kerja BUMdes bukan sekedar wacana . Harapan kami keberhasilan ini konsisten , bisa membuka lapangan kerja, kedepan juga bisa meningkatkan PADes untuk pembangunan Desa Tamanrejo.” terangnya. ( Djoks ).