SAMARINDA – jurnalpolisi.id
Polresta Samarinda menyiapkan sebanyak 750 personel gabungan untuk mengamankan rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar Aliansi Rakyat Kalimantan Timur pada Rabu (10/6/2026).
Pengamanan dilakukan di sejumlah titik strategis, termasuk Kantor DPRD Kalimantan Timur, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, serta beberapa objek vital lainnya di Kota Samarinda.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar, S.I.K., M.H., didampingi Kasi Humas Polresta Samarinda Ipda Arie Soeharyadi, S.H., mengatakan pihaknya telah menyusun pola pengamanan secara terbuka dan tertutup guna memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
“Polresta Samarinda telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan sesuai prosedur yang selama ini diterapkan dalam setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum,” ujar Hendri Umar saat memberikan keterangan pers di Mapolresta Samarinda, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, personel tidak hanya ditempatkan di lokasi utama aksi, tetapi juga disebar pada sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi kerawanan berdasarkan hasil analisis situasi di lapangan.
“Kami menyiapkan pengamanan terbuka di lokasi aksi dan pengamanan tertutup pada sejumlah objek yang memerlukan perhatian khusus, seperti Kantor Gubernur, kantor-kantor fraksi, serta beberapa lokasi strategis lainnya. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga,” katanya.
Dalam pelaksanaan pengamanan, Polresta Samarinda mendapat dukungan dari Direktorat Samapta Polda Kalimantan Timur, Satbrimob Polda Kaltim, serta berbagai unsur terkait lainnya.
Selain personel Polri, pengamanan juga melibatkan unsur TNI, Denpom, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran, dan instansi terkait lainnya guna mendukung kelancaran kegiatan.
Kapolresta menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan keamanan pada objek-objek vital maupun jalur yang diperkirakan akan dilalui massa aksi.
“Kami juga meminta dukungan dari rekan-rekan TNI, khususnya dalam pengamanan objek vital di sekitar kawasan DPRD dan titik-titik yang berpotensi menjadi konsentrasi massa.
Harapannya seluruh kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” tegasnya.
Usai kegiatan jumpa pers, Kapolresta kembali mengingatkan bahwa aksi unjuk rasa Aliansi Rakyat Kalimantan Timur dijadwalkan berlangsung pada Rabu (10/6/2026).
“Kami menginformasikan kepada masyarakat bahwa aksi penyampaian pendapat di muka umum oleh Aliansi Rakyat Kalimantan Timur direncanakan dilaksanakan pada hari Rabu, 10 Juni 2026.
Polresta Samarinda bersama unsur TNI dan instansi terkait telah melakukan berbagai persiapan pengamanan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.
Ia juga mengimbau seluruh peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara damai, mematuhi ketentuan hukum yang berlaku, serta menjaga ketertiban umum selama kegiatan berlangsung.
“Kami menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun kami berharap seluruh peserta aksi dapat menjaga situasi tetap kondusif, mengedepankan dialog yang santun, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkasnya.
( Alfian )