BALIKPAPAN jurnalpolisi.id
Kedatangan jemaah haji Kloter 1 Debarkasi Balikpapan mendapat pengamanan ketat dari personel gabungan Polresta BALIKPAPAN dan Direktorat Intelkam Polda Kalimantan Timur. Pengamanan dilakukan sejak proses kedatangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan hingga para jemaah tiba dan beristirahat di Asrama Haji Kelas I Balikpapan, Senin (8/6/2026) dini hari.
Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 4401 yang membawa rombongan jemaah haji mendarat dengan selamat di Bandara SAMS Sepinggan pada Minggu (7/6/2026) pukul 22.55 WITA. Kloter gabungan yang berasal dari Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Sulawesi Utara tersebut mengangkut 360 jemaah yang terdiri dari 153 laki-laki dan 207 perempuan, termasuk empat petugas kloter.
Selain para jemaah, pesawat juga membawa 362 koli bagasi dengan total berat mencapai 8.326 kilogram.
Setelah menyelesaikan proses kedatangan di bandara, rombongan diberangkatkan menuju Asrama Haji Balikpapan menggunakan 10 unit bus Damri serta satu unit bus cadangan.
Pengawalan dilakukan oleh personel Satlantas Polresta Balikpapan guna memastikan perjalanan berlangsung aman dan lancar.
Sekitar pukul 00.43 WITA, seluruh jemaah tiba di Asrama Haji Kelas I Balikpapan dan disambut oleh panitia penyelenggara ibadah haji serta unsur Kementerian Agama.
Selanjutnya, pada pukul 01.30 WITA dilaksanakan prosesi penyerahan jemaah dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan kepada Panitia Haji Daerah (PHD) dan perwakilan Kementerian Agama daerah asal jemaah di Aula Jabal Rahmah.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Timur Drs. H. Mohlis Hasan, Kepala Kementerian Agama Kota Balikpapan H. Suharto Baijuri, serta unsur pemerintah daerah dan penyelenggara haji lainnya.
Usai prosesi penyambutan, para jemaah beristirahat di sejumlah gedung penginapan Asrama Haji, yakni Gedung Bir Ali, Jabal Uhud, dan Zam-Zam sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah masing-masing.
Dalam laporan debarkasi, tercatat satu jemaah asal Kota Samarinda atas nama Endar Jaya Purwadi wafat di Tanah Suci.
Selain itu, terdapat dua jemaah mutasi masuk dari Kloter 5, yakni Risti Rahman asal Minahasa Tenggara dan Darise Sule asal Bolaang Mongondow. Kloter ini juga membawa 59 jemaah lanjut usia (lansia) serta delapan jemaah pengguna kursi roda yang mendapat perhatian dan pelayanan khusus selama proses pemulangan.
Pengamanan kegiatan dipimpin oleh AKP Muhamad Chusen, S.H., M.H. bersama Iptu Eli Diana Mardiana, S.H., M.H., dengan dukungan personel Polresta Balikpapan dan Direktorat Intelkam Polda Kaltim. Kehadiran aparat keamanan bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan debarkasi berjalan tertib, aman, dan kondusif.
Kasi Humas Polresta Balikpapan menyampaikan bahwa seluruh proses pengamanan, mulai dari kedatangan pesawat, pengawalan menuju asrama hingga pelaksanaan kegiatan penerimaan jemaah, berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kedatangan jemaah haji Kloter 1 berjalan aman, tertib, dan kondusif. Personel pengamanan akan terus bersiaga untuk menyambut kedatangan kloter-kloter berikutnya,” ujarnya.
Jemaah asal Provinsi Sulawesi Utara dijadwalkan meninggalkan Asrama Haji Balikpapan pada pukul 06.00 WITA, sementara jemaah asal Kota Samarinda melanjutkan perjalanan pada pukul 07.00 WITA.
Sebagai salah satu pusat debarkasi terbesar di kawasan Indonesia Timur, Asrama Haji Kelas I Balikpapan tahun ini melayani pemulangan jemaah dari empat provinsi, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara dengan total 17 kloter. Proses kedatangan jemaah haji dijadwalkan berlangsung mulai 7 Juni hingga 1 Juli 2026.
Kepulangan para tamu Allah ke Tanah Air diharapkan membawa predikat haji yang mabrur serta menjadi sumber keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan daerah asal masing-masing.
Semangat kebersamaan, kedamaian, dan nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji diharapkan turut memperkuat kehidupan sosial masyarakat serta mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Kalimantan Timur.
( Alfian )