Jakarta jurnalpolisi.id
Polri memberikan penghargaan kepada sejumlah kementerian, lembaga, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atas dukungan serta kolaborasi dalam keberhasilan pelaksanaan Operasi Lilin Nataru 2025 dan Operasi Ketupat 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Lalu Lintas Polri Tahun 2026 yang dibuka Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. di Auditorium STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Pemberian penghargaan menjadi bentuk apresiasi atas sinergi lintas sektor dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik, menjaga keselamatan masyarakat, serta memastikan distribusi logistik dan mobilitas nasional berjalan aman selama operasi kemanusiaan berlangsung.
Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan keberhasilan pengelolaan lalu lintas nasional tidak dapat dilakukan oleh Polri semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
“Keberhasilan Operasi Ketupat dan pengelolaan lalu lintas nasional merupakan hasil kerja bersama lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terkait,” ujar Wakapolri.
Keberhasilan kolaborasi tersebut tercermin dari capaian Operasi Ketupat 2026, di mana angka kecelakaan lalu lintas tercatat menurun sebesar 5,31 persen atau berkurang 531 kasus dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan juga turun hingga 30,41 persen atau setara dengan 104 jiwa terselamatkan. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan arus mudik pun mencapai 85,3 persen.
Adapun penghargaan diberikan kepada sejumlah kementerian dan BUMN yang dinilai berperan aktif dalam mendukung keberhasilan operasi kemanusiaan tersebut, yakni Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, PT Jasa Raharja, PT Jasa Marga, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), serta PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
Sejumlah pimpinan kementerian, lembaga, dan mitra strategis turut hadir secara langsung maupun diwakili dalam penerimaan penghargaan, di antaranya Ketua Komisi III DPR RI, Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, pimpinan BUMN sektor transportasi dan asuransi, serta perwakilan instansi terkait lainnya.
Selain penyerahan penghargaan, Korlantas Polri juga memperkenalkan berbagai inovasi pelayanan lalu lintas berbasis digital sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik dan implementasi reformasi Polri.
Inovasi tersebut meliputi SIM Digital yang terintegrasi dengan layanan administrasi kendaraan, ETLE Drone Mobile berbasis teknologi Face Recognition, pengembangan SIGNAL (Samsat Digital Nasional), integrasi CCTV, hingga sistem berbasis Artificial Intelligence (AI).
Menurut Wakapolri, transformasi digital menjadi langkah penting untuk menghadirkan pelayanan lalu lintas yang lebih cepat, transparan, akuntabel, dan mudah diakses masyarakat.
“Digitalisasi bukan sekadar modernisasi sistem, tetapi upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, akuntabel, dan mudah diakses masyarakat,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan transformasi teknologi tetap harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan integritas personel di lapangan.
“Polantas adalah etalase Polri. Karena itu pelayanan harus semakin profesional, presisi, humanis, dan mampu memberikan rasa aman serta nyaman kepada masyarakat,” pungkas Wakapolri.
Pemberian penghargaan sekaligus penguatan inovasi pelayanan publik tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi lintas sektor dan transformasi berkelanjutan guna mewujudkan sistem lalu lintas nasional yang semakin aman, modern, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.
( Alfian )