Labuhan batu jurnalpolisi.id
Ex Terminal Padang Bulan, Rantauprapat, berubah total menjadi arena megah dan indah. Lokasi ini menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-55 dan Festival Seni Qasidah ke-40 tingkat Kabupaten Labuhanbatu yang berlangsung 21 hingga 24 Mei 2026.
Transformasi dilakukan oleh Event Organizer Kilau Raya Labuhanbatu berkolaborasi dengan Hajjah Nova Dekor dan Kretive Studio. Tangan-tangan terampil mereka menyulap lapangan bekas terminal menjadi panggung religius yang menarik perhatian warga.
Liputan awak media pada Kamis, 21 Mei 2026, menunjukkan panggung utama berdiri megah di Jalan Haji Adam Malik, Padang Bulan, Rantau Utara. Mimbar tilawah dan dekorasi bernuansa Islami ditata apik sehingga lokasi ini tak hanya jadi arena lomba, tapi juga destinasi wisata religius.

Ketua Panitia sekaligus Camat Rantau Utara, Nafsir Rambe, menyampaikan bahwa MTQ dan FSQ tahun ini mengusung tema besar. “Dengan MTQ ke-55 dan FSQ ke-40, mari kita aktualisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam membangun desa, menata kota untuk Labuhanbatu yang cerdas dan bersinar,” ujarnya.
Tema itu menjadi ruh pelaksanaan kegiatan. Seluruh rangkaian acara diarahkan untuk menguatkan pengamalan nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat, sekaligus mendorong pembangunan yang berkarakter dan berkeadilan.
Bupati Labuhanbatu hadir membuka acara sekaligus melantik 68 Dewan Hakim MTQ dan 34 Dewan Juri FSQ. Pelantikan ini memastikan proses penilaian berjalan jujur, profesional, dan kredibel dari awal hingga akhir.
Ex Terminal Padang Bulan kini menjadi saksi hidup. Tempat yang dulu sepi dan terbengkalai, kini bergema dengan lantunan ayat suci dan alunan qasidah dari para kafilah terbaik se-Labuhanbatu.
Bagi masyarakat, kehadiran MTQ dan FSQ bukan sekadar lomba tahunan. Ini adalah ruang pembinaan generasi Qur’ani dan pegiat seni yang diharapkan mampu membawa nama Labuhanbatu lebih jauh di tingkat provinsi dan nasional.
Dengan persiapan matang dan dukungan penuh semua pihak, perhelatan akbar ini siap menjadi momentum penguatan karakter dan syiar Islam di Labuhanbatu.
Reporter JPN
Eka Hombing