Karimun – jurnalpolisi.id
12 Mei 2026 Kondisi pembangunan jembatan di Jalan Desa Kundur, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, menjadi sorotan masyarakat dan media. Proyek yang disebut menggunakan anggaran dana bencana dari APBD Kabupaten Karimun senilai Rp1,4 miliar itu dinilai belum rampung dan menuai keluhan dari pengguna jalan.
Pasalnya, akses jembatan yang telah difungsikan kembali hingga kini masih ditimbun tanah merah tanpa dilakukan pengaspalan. Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan karena jalan menjadi licin dan berlubang.
Salah seorang warga yang melintas, Budi, menilai hasil pekerjaan proyek tersebut tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digunakan.
“Kalau melihat kondisi bangunannya, kami masyarakat jadi bertanya-tanya apakah benar menghabiskan anggaran sampai Rp1,4 miliar. Hasilnya terlihat seperti belum selesai,” ujarnya saat dimintai tanggapan, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, anggaran sebesar itu seharusnya mampu menghasilkan pembangunan yang lebih baik dan nyaman bagi masyarakat. Ia mengaku kecewa karena proyek yang menggunakan uang rakyat dinilai dikerjakan tidak maksimal.
“Uang Rp1,4 miliar itu bukan sedikit. Kami yang awam saja bisa memperkirakan secara kasar biaya pembangunan seperti ini. Karena ini uang rakyat dari pajak masyarakat, seharusnya hasilnya juga sesuai harapan masyarakat,” tambahnya.
Masyarakat berharap pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum, dapat melakukan pengawasan dan penelusuran terhadap penggunaan anggaran proyek tersebut apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian dalam pelaksanaannya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor pelaksana proyek belum berhasil dihubungi untuk dimintai konfirmasi terkait pembangunan jembatan tersebut.(A.Gafar)