Bontang jurnalpolisi.id
Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Kalimantan Timur terus menggencarkan upaya pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. Salah satunya melalui kegiatan edukasi yang digelar di Panti Asuhan Putra Muhammadiyah serta silaturahmi dengan tokoh masyarakat di Kampung Madura, Kota Bontang, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 Wita tersebut dipimpin oleh AKBP Rr. Kanti Puji Lestari bersama sejumlah personel Ditbinmas Polda Kaltim. Turut hadir dalam kegiatan itu para pengurus panti, tenaga pendidik, serta masyarakat setempat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pembinaan yang menitikberatkan pada peningkatan kesadaran hukum dan literasi digital, khususnya bagi generasi muda. Materi yang disampaikan mencakup bahaya penyalahgunaan narkoba, dampak negatif judi daring, hingga pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial.
Selain itu, Ditbinmas juga mengenalkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), termasuk manfaat serta potensi risiko yang dapat timbul apabila disalahgunakan.
AKBP Rr. Kanti Puji Lestari mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif Polri dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas.
“Kami ingin menanamkan pemahaman sejak dini, khususnya kepada generasi muda, agar mampu menjauhi hal-hal negatif seperti narkoba dan judi online, serta memanfaatkan teknologi secara bijak,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro melalui Kabid Humas Kombes Pol. Yuliyanto menegaskan bahwa kegiatan pembinaan dan penyuluhan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan yang aman dan kondusif, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan, baik konvensional maupun berbasis digital,” katanya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi antara kepolisian, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari pengaruh negatif, khususnya di wilayah Kalimantan Timur.
( Alfian )