Jember,Banyuwangi – jurnalpolisi.id
Dalam upaya mempercepat dan mengoptimalkan proses integrasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), jajaran Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuwangi melakukan kunjungan koordinasi ke Balai Pemasyarakatan Kelas II Jember pada Rabu (05/05).
Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarunit pelaksana teknis di bawah Kementerian Hukum dan HAM, khususnya dalam memastikan proses pembinaan dan reintegrasi sosial WBP berjalan lebih efektif, terukur, dan tepat sasaran. Integrasi WBP sendiri meliputi program asimilasi, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, hingga cuti bersyarat yang memerlukan koordinasi intensif antara Lapas dan Bapas.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai aspek teknis dan administratif yang selama ini menjadi tantangan dalam proses pengusulan integrasi. Mulai dari kelengkapan berkas, validasi data, hingga mekanisme pemantauan WBP setelah kembali ke tengah masyarakat.
Perwakilan dari Lapas Banyuwangi menegaskan bahwa koordinasi ini sangat penting untuk meminimalisir kendala yang kerap muncul dalam proses integrasi. Dengan adanya komunikasi yang lebih intens dan terbuka, diharapkan setiap tahapan dapat berjalan lebih cepat tanpa mengurangi aspek kehati-hatian dan akuntabilitas.
Sementara itu, pihak Bapas Jember menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan. Mereka menekankan pentingnya sinkronisasi data serta pemahaman yang sama terkait regulasi terbaru, agar tidak terjadi perbedaan interpretasi yang dapat memperlambat proses integrasi WBP.
Selain itu, pembahasan juga mencakup penguatan peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam melakukan penelitian kemasyarakatan (litmas) sebagai dasar pertimbangan pemberian program integrasi. Peran PK dinilai sangat krusial dalam memastikan bahwa WBP yang diusulkan telah memenuhi syarat administratif dan substantif.
Kegiatan koordinasi ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program integrasi selama ini, sekaligus merumuskan langkah-langkah perbaikan ke depan. Kedua instansi sepakat untuk terus menjalin komunikasi aktif dan melakukan koordinasi secara berkala guna menjaga kelancaran proses pembinaan.
Dengan adanya sinergi yang semakin kuat antara Lapas Banyuwangi dan Bapas Jember, diharapkan proses reintegrasi sosial WBP dapat berjalan lebih optimal, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif dan tidak mengulangi perbuatannya.
Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem pembinaan yang humanis dan berorientasi pada pemulihan, sekaligus mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di wilayah Jember dan sekitarnya.(Boby)