Samarinda – jurnalpolisi.id
Aksi mimbar bebas yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Timur di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa (5/5/2026), berujung ricuh. Insiden pelemparan terjadi di tengah aksi dan menyebabkan dua personel kepolisian mengalami luka.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 13.00 WITA tersebut diikuti sekitar 50 massa PMII.
Dalam orasinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak transparansi penggunaan anggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serta mengangkat berbagai isu aktual di tengah masyarakat.
Massa aksi secara bergantian menyampaikan orasi dari atas mobil komando yang diparkir di luar pagar pintu masuk Kantor Gubernur Kaltim. Situasi aksi sempat memanas menjelang sore hari.
Kasi Humas Polresta Samarinda menyampaikan bahwa pihak kepolisian menerjunkan sekitar 200 personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi. Personel ditempatkan di dalam area kantor gubernur maupun di sejumlah titik strategis di sekitar lokasi.
“Pengamanan dilakukan untuk memastikan aksi berjalan tertib dan kondusif,” ujarnya.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, turut turun langsung ke lapangan untuk memantau jalannya aksi tersebut.
Namun, dalam perkembangan situasi, terjadi insiden pelemparan yang mengakibatkan dua personel Polresta Samarinda mengalami luka di bagian kepala. Selain itu, seorang polisi wanita (Polwan) dilaporkan mengalami luka di bagian mulut dan sempat pingsan.
Meski sempat terjadi kericuhan, aparat keamanan berhasil mengendalikan situasi agar tidak meluas. Hingga pukul 18.00 WITA, aksi masih berlangsung dengan pengamanan ketat dari pihak kepolisian.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh peserta aksi untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.(Alfian)