Bontang – jurnalpolisi.id
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat upaya pencegahan tindak pidana ekonomi melalui pendekatan edukatif kepada masyarakat.
Salah satunya diwujudkan oleh jajaran Polres Bontang melalui kegiatan sosialisasi bertajuk Cerdas Mengelola Keuangan yang digelar di Auditorium 3 Dimensi, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan ini menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih waspada terhadap praktik investasi ilegal serta memahami pentingnya menjaga riwayat kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dari Otoritas Jasa Keuangan.
Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, Plt. Kasat Reskrim Polres Bontang, Mohamad Yazid, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan OJK, perbankan, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Kehadiran Polri dalam kegiatan ini menegaskan komitmen tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga pencegahan melalui peningkatan literasi hukum dan keuangan di tengah masyarakat, khususnya sektor UMKM yang dinilai rentan menjadi sasaran kejahatan investasi bodong.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman langsung dari para narasumber mengenai ciri-ciri investasi ilegal, strategi pengelolaan keuangan yang sehat, serta pentingnya menjaga rekam jejak kredit.
Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab, yang mencerminkan tingginya kesadaran pelaku usaha terhadap risiko kejahatan finansial.
Plt. Kasat Reskrim Polres Bontang, Mohamad Yazid, menegaskan bahwa Polri hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, termasuk dalam menjaga keamanan sektor ekonomi.
“Kami terus mengedepankan langkah preventif dengan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM, agar tidak mudah terjebak investasi bodong.
Pencegahan adalah kunci utama untuk melindungi masyarakat dari kerugian,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Polri berharap masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan serta mampu mengenali potensi penipuan sejak dini.
Upaya edukasi publik tersebut juga menjadi bagian dari strategi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang sehat dan berkelanjutan.
( Alfian )