Tulungagung – jurnalpolisi.id
Tradisi Bersih Desa yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Jawa kembali digelar dengan penuh semarak di Desa Gedangan, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas berkah yang diberikan Tuhan sekaligus doa untuk keselamatan dan kesejahteraan di masa mendatang.
Pemerintah Desa Gedangan mengemas peringatan Bersih Desa tahun ini dalam bentuk karnaval Kirab Jebug yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Sejak siang hari, warga telah memadati sepanjang jalan desa untuk menyaksikan iring-iringan peserta karnaval yang menampilkan ragam kesenian dan kreativitas lokal.
Beragam atraksi ditampilkan dalam karnaval tersebut, mulai dari kirab hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas panen yang melimpah, hingga pertunjukan seni tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya setempat. Tak hanya itu, peserta juga menghadirkan berbagai kostum unik dan dekorasi menarik yang menggambarkan kearifan lokal Desa Gedangan.
Kepala Desa Gedangan, Sugeng, mengatakan bahwa Bersih Desa bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi memiliki makna mendalam bagi masyarakat.
“Ini adalah bentuk rasa syukur kami kepada Tuhan atas segala nikmat yang telah diberikan. Selain itu, juga sebagai sarana untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh warga ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga sekaligus melestarikan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, turut ambil bagian dalam karnaval maupun menjadi penonton yang memenuhi area kegiatan.
Melalui pelaksanaan Bersih Desa yang dikemas secara kreatif ini, Pemerintah Desa Gedangan berharap nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, serta kecintaan terhadap budaya lokal dapat terus tumbuh dan terjaga di tengah perkembangan zaman.