Langgur, jurnalpolisi.id
Mempertegas kunjungan kerja yang dilakukan Kementrian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), Rabu 22/04/2026 bahwa akurasi dan keabsahan data sebagai rujukan utama Bakti Sosial (Baksos) terintegritasi.
Baksos yang dipusatkan di pelataran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karel Sadauitubun Langgur tersebut, dibuka langsung Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (Rehsos Lansia) Dr. Dra. Suratna M.Psi, serta hadiri ratusan pasang mata. Sementara itu, Kementrian Sosial juga menggunakan Data Tunggal Sensus Penduduk (DTSN).
Menyikapi pelayanan pada pelaksanaan Baksos, Kemensos sendiri juga membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk terus berkoordinasi dalam proses pemutakhiran data, guna memastikan tidak ada masyarakat yang berhak namun belum terjangkau program bantuan.
“Kami berpegang pada mandat Presiden terkait penggunaan data tunggal,”ungkap Dir Rehsos Lansia Suratna, sekaligus mewakili Mentri Sosial yang tidak dapat menghadiri kegiatan karena sejumlah agenda penting lainya.
Namun tak menampik Suretno yang didampingi Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, Wakil Bupati Carlos Viali Rahantoknam bahwa tentu masih ada dinamika jika data yang perlu diperbaiki atau masyarakat yang belum terdaftar, maka Kemensos menyatakan selalu siap dalam pelayanan terhadap masyarakat.
“Kami siap melakukan validasi bersama agar bantuan benar-benar tepat sasaran,”ungkap Seretno.
Ditempat yang sama Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun juga berterima kasih atas kunjungan kerja yang dilakukan Kemensos, diungkapkan kalau Baksos Terintegritasi Kemensos sudah lebih dari 250 penderita yang akan dilakukan operasi Katarak.
“Trima kasih saya sampaikan kepada Pa Mentri dan jajaran,”sebut Bupati
Diakui kalau jumlah dari penderita Katarak maupun lansia dan penyandang Disabilitas, hingga anak-anak yang membutuhkan perlindungan Sosial, kelompok rentan masih terbilang cukup signifikan.
Sehingga tanpa bantuan Kemensos Baksos terintegritasi tidak akan terlaksana dengan baik, hal tersebut juga dipengaruhi dengan kondisi yang dialami yaitu efisiensi dan berdampak bagi sejumlah pelayanan.
Kepala daerah juga berjanji agar kegiatan serupa tidak hanya dilakukan di tahun ini, bahkan selalu berkoordinasi dengan Kemensos RI.
Publish by (Melky_JPN)