Jakarta jurnalpolisi.id
Pengamat pemerintahan, Dr. Yulianus Henock Sumual, S.H., M.Si., menyoroti dinamika hubungan antarpejabat di Kalimantan Timur (Kaltim) yang dinilai kurang harmonis dalam beberapa waktu terakhir. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kekompakan dan sinergi antar pemimpin.
Menurutnya, hubungan yang tidak selaras antara gubernur, bupati, maupun wali kota berpotensi menghambat jalannya program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, harus berjalan dengan semangat persatuan. Jangan sampai terjadi konflik antara wali kota dengan gubernur, atau gubernur dengan bupati. Semua harus kompak,” ujarnya.
Ia menegaskan, para kepala daerah memiliki tanggung jawab besar dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, sikap saling menjatuhkan, adu domba, maupun konflik kepentingan harus dihindari.
“Sudah saatnya kita fokus membangun Indonesia dengan baik, bukan saling menjatuhkan atau menciptakan konflik. Kepercayaan yang diberikan oleh rakyat harus dijalankan dengan penuh amanah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan bahwa para pejabat publik dipilih untuk bekerja dan menghasilkan kinerja nyata bagi masyarakat. Sinergi antar daerah dinilai penting agar pembangunan dapat berjalan optimal dan merata.
Sebagai perwakilan daerah di tingkat nasional, ia berharap seluruh kepala daerah di Kalimantan Timur dapat menunjukkan kinerja yang produktif serta menjaga keharmonisan dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Ketika diberi kepercayaan oleh rakyat dan negara, maka tugas itu harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Setiap daerah harus mampu menunjukkan hasil kerja yang nyata,” pungkasnya.
( Alfian )