Sukabumi – jurnalpolisi.id
Isu dugaan beredar pemberitaan di media sosial (FB) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di dapur MBG wilayah Gede Pangrango,kecamatan kadudampit, Kabupaten Sukabumi, mendapat tanggapan langsung bahwa informasi yang beredar dinilai tidak akurat dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.Rabu,15/04/2026.
“Saat di sambangi awak media Ketua yayasan Muhammad Maulana Aziz menjelaskan, sejak awal pembangunan dapur MBG, pihak yayasan telah memprioritaskan aspek lingkungan, termasuk penyediaan sistem pengolahan limbah yang memadai. Bahkan Ia menyebut IPAL telah dibangun sebelum dapur MBG mulai beroperasi.
“Sejak awal pembangunan kami sudah mengantisipasi persoalan limbah. IPAL yang dibangun sebelum dapur ini beroperasi, dan saya sendiri yang turun langsung mengawal prosesnya,” Ucap Aziz.
Ia, juga mengatakan terkait beredarnya foto dan berita yang beredar di media sosial dikaitkan dengan dapur MBG Gede Pangrango. Menurutnya, gambar tersebut bukan dari lokasi yang dimaksud dan tidak sesuai dengan faktanya. sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Foto yang beredar itu bukan dari tempat kami. Sangat disayangkan jika dijadikan dasar untuk menilai kondisi di MBG gede pangrago yang tidak sesuai ,”Terangnya.
Lebih lanjut, Aziz menyampaikan bahwa pihak yayasan rutin melakukan evaluasi bersama lingkungan sekitar, termasuk Ketua RT dan RW. Evaluasi tersebut diadakan setiap bulannya guna untuk memastikan operasional dapur tetap berjalan sesuai standar, baik dari sisi kebersihan maupun pengelolaan limbah.
“Setiap bulan kami evaluasi bersama RT dan RW. Sampai saat ini tidak ada keluhan dari warga, baik terkait bau tidak sedap, limbah, maupun kebersihan, sistem IPAL yang digunakan mengadopsi metode tanam (underground system), sehingga tidak terlihat secara kasat mata. Hal ini, menurutnya, kerap menimbulkan anggapan keliru bahwa fasilitas tersebut seperti tidak tersedia,” Jelasnya.
“IPAL tersebut berada di bawah tanah. tidak terlihat, akan tetapi berfungsi dengan baik dan optimal sesuai standar.
Menanggapi munculnya narasi negatif, Aziz menyayangkan informasi yang beredar tidak melalui proses verifikasi yang menyeluruh. Ia pun membuka ruang bagi masyarakat dan awak media untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
“Kami sangat terbuka. Silakan datang dan lihat langsung agar informasi yang disampaikan benar-benar objektif,” Kata Azis.
Lanjut nya, Aziz menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi yang berimbang dan edukatif. Ia berharap pemberitaan tidak hanya berisi kritik,akan tetapi memberikan gambaran yang benar kepada masyarakat luas.
Menurutnya, program MBG yang dijalankannya merupakan bagian dari upaya mendukung kesejahteraan masyarakat, tidak hanya dalam penyediaan pangan saja, akan tetapi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Program ini membuka lapangan kerja, memberdayakan UMKM, melibatkan supplier lokal, hingga mengolah limbah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi petani dan peternak.
Dengan klarifikasi tersebut, pihak yayasan berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia juga mengajak semua pihak untuk tetap menjaga objektivitas dan mendukung program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Yang terpenting adalah menjaga objektivitas dan bersama-sama mendukung program yang bermanfaat bagi masyarakat luas,”Tandasnya.
Jurnalis : Neng Nur