Maybrat, Papua Barat – jurnalpolisi.id
Komunikasi sosial antara TNI dan tokoh agama seperti pendeta, merupakan bagian penting dari upaya mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat. Dalam konteks pembangunan gereja, komsos dilakukan sebagai sarana koordinasi, silaturahmi, serta penyamaan persepsi mengenai tujuan dan manfaat pembangunan tersebut. (11/4/2026).
Melalui komsos, pihak TNI berdiskusi langsung dengan pendeta dan pengurus jemaat terkait kebutuhan pembangunan, lokasi, perizinan, hingga partisipasi masyarakat. Pendeta berperan sebagai perwakilan umat dalam menyampaikan aspirasi, harapan, serta kondisi nyata di lapangan. Sementara itu, hadir untuk memberikan dukungan, baik dalam bentuk tenaga melalui kegiatan karya bhakti, pengamanan, maupun bantuan logistik sesuai kemampuan.
Kegiatan ini juga mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, di mana pembangunan rumah ibadah tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi hasil kerja sama semua. Selain itu, komsos bertujuan menjaga kerukunan antarumat beragama, memastikan proses pembangunan berjalan lancar, serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sekitar.
Dengan adanya komunikasi yang baik antara TNI dan pendeta, pembangunan gereja dapat terlaksana secara gotong royong, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan jemaat, sekaligus memperkuat nilai persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat. (Pen Yonif 763/SBA).