Luwu, — jurnalpolisi.id
Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan sosialisasi akreditasi dan kemitraan tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan lintas jenjang. (Sabtu, 4/4).
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu, Sukardi, S.Ag., M.M. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Palanggi, S.STP, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, serta para kepala satuan pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari MA, MIS, MTs, PKBM, SD, SKB, SMP, SMA hingga SMK se-Kabupaten Luwu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja BAN-PDM Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka sosialisasi akreditasi jenjang pendidikan dasar dan menengah tahun 2026. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terkait kebijakan terbaru serta mekanisme pengisian instrumen akreditasi melalui sistem SISPENA.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Muh. Zainal, widyaswara dari BKN Provinsi Sulawesi Selatan. Ia memaparkan secara rinci prosedur akreditasi, indikator penilaian, serta strategi dalam memenuhi standar mutu pendidikan. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi pemaparan dan diskusi, khususnya terkait implementasi teknis di satuan pendidikan masing-masing.
Salah satu peserta, Kepala MIS Muhammadiyah Salu Tabang, Suryani, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi para kepala sekolah.
“Kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang proses akreditasi, khususnya dalam pengisian instrumen di SISPENA. Kami menjadi lebih siap menghadapi akreditasi ke depan dan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Luwu semakin siap menghadapi proses akreditasi tahun 2026 serta mampu meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Amir