Praya, NTB juenalpolisi.id
(2/4/2026) Sebuah sumber terpercaya dari Komunitas Pemantau Dapur MBG NTB mengungkapkan bahwa sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada SPPG Labulia 2 Kecamatan Jonggat yang ada saat ini dinilai tidak layak untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan skala 2.771 orang. Menurut L. Subadri Jika operasional MBG dipaksakan tanpa perbaikan infrastruktur, besar kemungkinan akan terjadi kegagalan sistem sanitasi.
” Jika tidak segera dilakukan perbaikan akan terjadi kegagalan sistem sanitasi, BGN diminta turun ke dapur MBG tersebut terlebih berada di jalur byoass dan menjadi sorotan publik” kata L. Subadri ke media (2/4/2026)
Menurut L.Subadri unit IPAL yang digunakan hanya berkapasitas statis sekitar 2 m3, sedangkan lonjakan limbah cair program MBG mencapai 5,5 m3/hari, sehingga sistem akan mengalami kelebihan beban (overcapacity) sebesar 275% setiap harinya. Hal ini mengakibatkan air limbah tidak sempat terproses secara biologis dan langsung keluar ke drainase dalam kondisi kotor yang akan membahayakan lingkungan
Selain itu, limbah sisa makanan yang mengandung protein dan lemak tinggi juga mempercepat proses pembusukan di dalam bak IPAL, menyebabkan pelepasan gas H2S (bau busuk) yang ekstrem dan berpotensi memicu keluhan masyarakat sekitar lokasi operasional.
Sehingga menurut Subadri dengan total berat limbah campuran mencapai 3,2 ton/hari, situasi ini memerlukan intervensi teknis segera untuk mencegah kegagalan sistem sanitasi agar memenuhi standar BGN.
Korwil SPPG Lombok Tengah Ihsan yang dikonfirmasi media (2/4) mengatakan bahwa setiap SPPG wajib memenuhi standar sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik sarana maupun prasarana termasuk IPAL dan SLHS. Itu adalah kewajiban mutlak yang harus dipenuhi oleh mitra.
“Setiap dapur MBG harus memiliki IPAL sesuai standar BGN” tegasnya
Ia menyatakan bahwa saat ini sedang melakukan validasi terkait kelengkapan SPPG termasuk IPAL dan SLHS, termasuk SPPG Labulia 2 sudah kami laporkan kepada pimpinan terkait kondisi terkininya,
Sedangkan kepala SPPG Labulia 2 Jamaludin yang dikonfirmasi mengatakan IPAL nya menggunakan septictank bio dengan kapasitas 2000L, jawabnya singkat tanpa memberikan penjelasan yang rinci. (mt)