CILACAP – Jurnalpolisi.id
Suasana khidmat Idul Fitri 1447 Hijariyah di Desa Kamulyan, Kecamatan Bantarsari, terasa semakin meriah dengan hadirnya hiburan rakyat tradisional. Pada Minggu (29/3/2026), Paguyuban Kuda Kepang Turongo Jati Mekar Sari kembali menghentakkan pelataran rumah kediaman Ibu Warsiti di Dusun Mulyadadi, RT 06 RW 01, dalam sebuah pentas yang menyedot perhatian warga setempat.
Di bawah pimpinan Bapak Kromo Suwito, kelompok seni ini memboyong 12 penari (wayang) kuda kepang yang tampil dengan penuh energi. Alunan musik gamelan yang ritmis nan dinamis seolah menghidupkan suasana sore di sela-sela momen silaturahmi lebaran.
Detail Kostum dan Pesona Visual
Penampilan 12 “wayang” kali ini tampak sangat mencolok. Mereka mengenakan kostum khas yang didominasi warna kaos kuning dan merah celana hitam, lengkap dengan atribut irah-irahan (hiasan kepala) yang gagah. Kuda kepang yang mereka tunggangi pun dicat dengan motif yang detail, memberikan kesan megah saat dipadukan dengan gerakan tari yang sinkron mengikuti tempo kendang.
Ritual dan Harmoni Tradisi
Keunikan pentas mencapai puncaknya saat ritual sesaji dimulai. Di tengah irama dhamelan musik yang magis, para penari tampak larut dalam pertunjukan—bahkan beberapa di antaranya melakukan aksi teatrikal menyantap sesaji yang telah disiapkan. Hal ini menjadi simbol kuatnya pelestarian tradisi leluhur yang masih dijaga erat oleh masyarakat Bantarsari.
Bapak Kromo Suwito, selaku pimpinan Turongo Jati Mekar Sari, mengungkapkan rasa syukurnya atas sambutan hangat warga.
”Kami merasa bangga bisa tampil kembali di momen lebaran ini. Persiapannya cukup intens, mulai dari latihan fisik 12 pemain kami hingga penyiapan sesaji sebagai bentuk penghormatan pada tradisi. Kami ingin seni Kuda Kepang tetap ‘ngremboko’ (berkembang) di tanah kelahiran kami sendiri,” tutur Kromo Suwito di sela-sela acara.
Menjaga Warisan di Era Modern
Kembalinya Turongo Jati Mekar Sari di tengah masyarakat diharapkan dapat terus menjaga eksistensi kesenian kuda lumping di Kabupaten Cilacap, sekaligus memberikan warna tersendiri bagi perayaan Idul Fitri tahun ini. Antusiasme anak-anak muda yang menonton juga menjadi harapan baru bahwa tongkat estafet kebudayaan ini tidak akan pernah putus.
(syaifulloh)