CILACAP – jurnalpolisi.id
Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah perairan Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah wali murid dan tenaga pendidik menyampaikan keluhan terkait kualitas makanan dan pengelolaan limbah oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut.
Temuan Kualitas Makanan dan Sanitasi
Berdasarkan keterangan dari beberapa sumber di lingkungan sekolah, ditemukan adanya dugaan makanan yang belum matang sempurna saat didistribusikan kepada siswa. Beberapa pihak menyebutkan terdapat lauk daging yang masih terlihat bercak kemerahan.
Selain itu, aspek kebersihan wadah makanan juga menjadi perhatian. Dari hasil pengecekan sederhana oleh pihak sekolah, disebutkan adanya kotoran yang menempel pada permukaan wadah, yang diduga akibat proses pencucian yang kurang optimal.
Pihak sekolah mengkhawatirkan kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan siswa apabila tidak segera ditangani.
Keluhan Terkait Rasa dan Sisa Makanan
Sejumlah siswa juga dilaporkan mengeluhkan rasa makanan yang dinilai kurang sesuai, sehingga sebagian makanan tidak dikonsumsi. Akibatnya, terdapat sisa makanan yang cukup banyak.
Menurut salah satu sumber, pengelolaan sisa makanan tersebut masih belum tertangani secara maksimal. Namun demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia terkait mekanisme penanganan sisa makanan tersebut.
Sorotan Pengelolaan Limbah
Di sisi lain, masyarakat juga menyoroti dugaan pengelolaan limbah dari kegiatan SPPG. Berdasarkan pantauan warga, limbah produksi disebut-sebut dialirkan ke lingkungan sekitar.
Warga menduga fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) belum berfungsi secara optimal. Meski demikian, hal ini masih memerlukan klarifikasi dari pihak pengelola maupun instansi terkait.
Permintaan Evaluasi dan Pengawasan
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, masyarakat dan pihak sekolah berharap adanya evaluasi dari pihak terkait, termasuk Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Cilacap.
Beberapa poin yang diharapkan antara lain:
- Evaluasi terhadap penyedia jasa makanan sesuai standar gizi dan kebersihan.
- Peningkatan kualitas layanan agar merata, termasuk di wilayah terpencil.
- Penguatan pengawasan dengan melibatkan pihak sekolah.
Salah satu perwakilan orang tua murid berharap program MBG tetap berjalan sesuai tujuan awalnya.
“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak, dengan kualitas makanan yang baik dan aman untuk dikonsumsi,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai hal tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak pengelola dan instansi berwenang masih terus dilakukan.
(Redaksi)