Banyuwangi – jurnalpolisi.id
Ribuan umat Muslim Muhammadiyah memadati lapangan Taman Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, untuk melaksanakan ibadah Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah pada Jumat pagi 20 Maret 2026.
Sejak pukul 05:30 WIB, arus jemaah tampak mengalir dari berbagai penjuru kota, menciptakan pemandangan putih yang khusyuk di jantung pusat kabupaten.
Pelaksanaan Salat Idul Fitri ini berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat.
Bertindak sebagai khatib dalam kesempatan tersebut adalah Prof. Dr. H. Mundakir, M.Kep., yang menyampaikan pesan mendalam bagi para jamaah yang hadir.
Dalam khutbahnya, Prof Mundakir mengangkat tema yang sangat relevan dengan kondisi zaman saat ini.
Kali ini temanyang diangkat yakni Menjaga Hikmah Puasa Ramadan untuk Kesehatan Mental dan Era Digital.
Ia menekankan bahwa esensi puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah metode detoksifikasi jiwa.
“Puasa adalah momentum bagi kita untuk melakukan kontrol diri (self-control) yang sangat kuat. Di tengah gempuran arus informasi dan tekanan di era digital, kemampuan mengendalikan diri adalah kunci kesehatan mental yang utama,” ujar Prof. Mundakir dihadapan ribuan jemaah.
Ada beberapa poin krusial yang digarisbawahi oleh sang profesor dalam pesan Idul Fitri kali ini.
Jemaah diingatkan untuk membawa sifat ‘shiyam’ (menahan diri) ke dalam penggunaan media sosial agar terhindar dari cemas berlebih dan sifat adiktif teknologi.
Menjaga ketenangan batin pasca-Ramadan melalui konsistensi ibadah sebagai obat penawar stres di tengah kesibukan duniawi.
Serta Idul Fitri harus menjadi momen untuk kembali menyambung silaturahmi secara fisik, bukan sekadar melalui layar gawai, guna memperkuat dukungan sosial bagi kesehatan mental.
Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan bahwa penggunaan Taman Blambangan tahun ini telah dikoordinasikan dengan baik dengan pemerintah daerah.
Kapasitas lapangan yang luas mampu menampung antusiasme warga Muhammadiyah yang rindu akan suasana salat berjamaah di ruang terbuka.
Setelah rangkaian salat dan khutbah berakhir, jamaah saling bermaaf-maafan dengan tetap menjaga ketertiban, sebelum kemudian membubarkan diri untuk merayakan lebaran bersama keluarga masing-masing. (Boby)