Genteng, Banyuwangi – jurnalpolisi.id
Meski sudah dipecah dan tidak dipusatkan di sati lokasi saja, bukan berarti pasar murah gas elpiji itu bebas kendala.
Dengan antrean yang banyak dan panasnya terik matahari di tengah puasa, membuat pasar murah itu sempat ricuh.
Banyak warga yang tidak taat aturan dan memotong antrean. Bukan hanya itu, tidak sedikit warga yang datang dari kecamatan lain di luar Genteng, dilarang untuk membeli gas elpiji melon itu.
“Katanya diutamakan untuk yang dari Kecamatan Genteng saja, padahal di woro-woronya (syaratnya) hanya bawa KTP,” kata salah satu warga yang mengeluh, Tutut Wahyuni, 53.
Aturan yang disampaikan kepada warga baru saat operasi pasar itu dibuka, tentu menyulut kekesalan warga yang sudah antre sejak berjam-jam.
Apalagi, dengan ribuan warga yang sudah berjubel, hanya disiapkan 560 tabung saja. “Di sini tadi ada dua kloter, yang pertama 200 tabung, dan sekarang 360 tabung. Tidak cukup sama sekali, makanya banyak yang pulang sambil m4rah,” tandasnya.
Cekcok antar petugas dan warga tidak bisa terelakkan. Jajaran kepolisian dari Polsek Genteng bersama Satpol PP BKO V Genteng sampai harus turun tangan untuk bisa menertibkan warga.
“Kami memang mengutamakan yang dari (Kecamatan) Genteng dulu, soalnya di daerah lain juga disedikan operasi pasar serupa,” kata petugas agen elpiji, Andre, 38.
(Boby)