Banyuwangi – Jurnalpolisi.id
Dua anggota Satuan Polisi Pamong Praja Banyuwangi menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok remaja di kawasan Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Minggu dini hari (15/3).
Kedua korban adalah Ahmad Faijin dan Heri Pujianto. Akibat kejadian tersebut, keduanya mengalami sejumlah luka lebam di bagian tubuh.
Meski demikian, hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada luka fatal yang dialami kedua petugas tersebut.
Mengalami Luka Lebam di wajah dan tangan,
Berdasarkan hasil pemeriksaan visum, Ahmad Faijin mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuh, terutama di wajah, tangan, dan lengan.
Sementara rekannya, Heri Pujianto, mengalami luka lecet pada bagian tangan saat mencoba membantu rekannya yang diserang.
Pada Senin (16/3), kedua korban mendatangi Mapolsek Banyuwangi untuk membuat laporan resmi terkait insiden pengeroyokan tersebut.
Keduanya juga telah dimintai keterangan oleh penyidik mengenai kronologi kejadian serta penyebab insiden yang berujung kekerasan tersebut.
Berawal dari Teguran Minuman Keras
Ahmad Faijin menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika dirinya menegur sejumlah remaja yang sedang mengonsumsi minuman keras di trotoar depan pendapa.
Sebagai petugas yang sedang berjaga, ia merasa perlu memberikan peringatan agar aktivitas tersebut tidak mengganggu ketertiban umum.
“Awalnya saya hanya menegur beberapa anak yang sedang menenggak minuman keras di trotoar,” ujarnya.
Namun, teguran tersebut justru memicu kemarahan sejumlah remaja yang berada di lokasi.
Diteriaki Maling hingga Dikejar
Menurut Faijin, beberapa remaja yang ditegur tidak terima dan menyebut bahwa mereka merupakan warga asli di kawasan tersebut.
Situasi kemudian semakin memanas ketika sejumlah remaja lain datang sambil berteriak “maling”.
Teriakan tersebut memancing perhatian kelompok remaja lain yang berada di sekitar lokasi hingga akhirnya ikut berkumpul dan mengejar petugas.
“Saat itu saya sempat kabur masuk ke pendapa, tetapi mereka mengejar sambil teriak maling. Makanya banyak remaja lainnya ikut masuk,” katanya.
Dikeroyok Secara Bersamaan
Setibanya di dalam area pendapa, kelompok remaja tersebut langsung melakukan pengeroyokan terhadap Faijin.
Ia mengaku dipukul dengan tangan kosong bahkan ada yang menendang tubuhnya.
Aksi kekerasan itu juga sempat terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial.
“Saya mengalami luka di wajah, lengan, dan tangan. Termasuk rekan saya yang hendak menolong juga ikut menjadi sasaran,” ungkapnya.
Berharap Jadi Pelajaran
Faijin berharap laporan yang telah dibuat bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Menurutnya, saat kejadian tersebut dirinya dan rekannya hanya menjalankan tugas untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.
“Kami hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi,” harapnya.
Puluhan Remaja Sempat Geruduk Pendapa
Sebelumnya, puluhan remaja dilaporkan mendatangi kawasan Pendapa Sabha Swagata Blambangan sekitar pukul 01.36 WIB.
Mereka diduga mencari petugas Satpol PP yang berjaga di lokasi setelah terjadi teguran terkait aktivitas minum minuman keras di trotoar depan pendapa.
Situasi yang semula hanya berupa teguran tersebut kemudian berkembang menjadi aksi pengeroyokan terhadap dua petugas.
Satpol PP Benarkan Insiden
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Banyuwangi, Yoppy Bayu Irawan, membenarkan adanya insiden tersebut.
Ia menyebut kejadian itu merupakan aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda terhadap dua anggota Satpol PP yang sedang bertugas menjaga keamanan kawasan pendapa.
Pihaknya menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada aparat kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Insiden ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga ketertiban serta menghormati petugas yang sedang menjalankan tugas di lapangan.(Boby)