Aceh Timur – jurnalpolisi.id
Suasana buka puasa bersama yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Timur di Pendopo Peureulak, Sabtu kemarin (14/3/2026), tampak meriah. Ratusan undangan dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat memadati lokasi kegiatan,(15/03/2026/).
Sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, kepala puskesmas, kepala sekolah hingga para keuchik dari berbagai kecamatan terlihat hadir dalam kegiatan yang menjadi ajang silaturahmi di bulan Ramadan tersebut.
Namun di tengah ramainya acara, satu hal justru mencuri perhatian publik ketidakhadiran Wakil Bupati Aceh Timur.
Orang nomor dua di Kabupaten Aceh Timur itu tidak terlihat berada di lokasi kegiatan.
Kondisi ini pun langsung memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat yang mengikuti perkembangan pemerintahan daerah.
Padahal, dalam agenda resmi pemerintah daerah, kehadiran bupati dan wakil bupati lazimnya menjadi bagian penting dari rangkaian acara.
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan media ini, beredar kabar bahwa Wakil Bupati Aceh Timur diduga tidak menerima undangan atau bahkan tidak mendapatkan pemberitahuan terkait kegiatan tersebut.
Namun hingga kini informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setdakab Aceh Timur, Muhammad Iqbal, S.STP., M.AP., dalam klarifikasi di salah satu media menyebutkan bahwa dalam kegiatan resmi pemerintah, bupati dan wakil bupati pada dasarnya tidak perlu diundang secara khusus.
“Karena itu kegiatan resmi pemerintah daerah,” Ujarnya singkat.
Penjelasan tersebut justru menimbulkan pertanyaan baru. Sebab di sisi lain beredar informasi bahwa Wakil Bupati Aceh Timur tidak mendapatkan sepatah kata pun pemberitahuan mengenai kegiatan buka puasa bersama tersebut.
Situasi ini pun memunculkan spekulasi di tengah masyarakat apakah ketidakhadiran Wakil Bupati hanya persoalan teknis komunikasi, atau ada hal lain di baliknya?
Tidak sedikit warga yang mulai mempertanyakan apakah Wakil Bupati sengaja tidak dilibatkan atau bahkan dikesampingkan oleh pihak tertentu dalam lingkaran pemerintahan daerah.
Isu mengenai dikesampingkan Wakil Bupati didalam Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur mulai mencuat di ruang publik. Apalagi dalam sejumlah kegiatan pemerintahan sebelumnya, Wakil Bupati diduga kerap tidak dilibatkan.
Akibatnya berbagai spekulasi pun berkembang. Di tengah berbagai tanda tanya itu, masyarakat berharap dinamika yang muncul tidak sampai mengganggu jalannya pemerintahan.
“Harapan kami Bupati dan Wakil Bupati tetap kompak membangun Aceh Timur. Apalagi daerah ini masih dalam masa pemulihan pasca banjir,” Tutur Faisal seorang warga.
Media ini juga telah berupaya menghubungi Wakil Bupati Aceh Timur untuk mengonfirmasi kabar tersebut. Namun hingga berita ini dipublikasikan, yang bersangkutan belum dapat dihubungi karena telepon selulernya tidak aktif.
Publik kini menunggu penjelasan yang lebih terang. Sebab dalam pemerintahan daerah, kehadiran atau ketidakhadiran seorang wakil kepala daerah dalam agenda resmi tentu bukan sekadar soal hadir di meja makan saat buka puasa bersama.
Tim