
Muratara—Jurnalpolisi.id
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Surulangun Rawas, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara,berlangsung penuh makna.
Senin,(17/8/2016) dalam perayaan HUT RI ke 81 tersebut sebanyak 206 warga binaan pemasyarakatan lapas kelas III Surulangun Rawas menerima Remisi Umum (RU), dengan tiga di antaranya langsung menghirup udara bebas
Penyerahan remisi berlangsung di Aula Lapas Kelas III Surulangun Rawas dan diserahkan langsung oleh Bupati Musi Rawas Utara H. Devi Suhartoni bersama Wakil Bupati H. Junius Wahyudi, didampingi Kepala Lapas Muhammad Hasan serta jajaran.
Pemberian remisi tersebut merupakan bentuk pemenuhan hak warga binaan yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Remisi diberikan sebagai penghargaan atas sikap dan perilaku baik warga binaan selama menjalani masa pidana sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan.
Dalam laporan yang disampaikan Kasubsi AO Heriyanto, dari total 212 warga binaan yang berada di Lapas Kelas III Surulangun Rawas, sebanyak 206 orang dinyatakan memenuhi syarat dan diusulkan memperoleh remisi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 179 orang menerima Remisi Umum I, sementara 7 orang menerima Remisi Umum II.
Khusus penerima Remisi Umum II, sebanyak 3 warga binaan langsung dinyatakan bebas setelah mendapatkan pengurangan masa pidana,sementara 4 orang lainnya masih harus menjalani sisa hukuman subsider sesuai ketentuan yang berlaku.
Penyerahan remisi dalam momentum peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi bentuk penghargaan administratif, tetapi juga memiliki makna penting dalam proses pembinaan warga binaan,remisi diharapkan menjadi dorongan agar warga binaan terus menjaga perilaku, meningkatkan kedisiplinan, dan mengikuti seluruh program pembinaan dengan baik.
Semangat kemerdekaan juga diharapkan menjadi momentum bagi para penerima remisi untuk membangun komitmen baru dalam memperbaiki diri. Bagi mereka yang telah bebas, pengurangan masa pidana tersebut menjadi awal untuk kembali menjalani kehidupan secara bertanggung jawab di tengah masyarakat.
Pemberian remisi bukan sekadar pengurangan masa hukuman, tetapi kesempatan untuk membuktikan bahwa proses pembinaan mampu melahirkan perubahan. Karena itu, setiap warga binaan dituntut menjadikan remisi sebagai motivasi untuk memperbaiki diri, menaati aturan, dan ketika kembali ke masyarakat, tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama,ujar Kalapas.”(Dedi).




