Keuchik Gampong Pante Labu Santuni Anak Yatim dan Piatu Jelang Idul Fitri 1446 H

Aceh Timur — jurnalpolisi.id
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, suasana haru dan kebersamaan menyelimuti Gampong Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari. Di tengah semangat menyambut hari kemenangan, Keuchik Mukhlis bersama perangkat desa menggelar kegiatan penyerahan santunan bagi anak yatim dan piatu sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang kepada mereka yang telah kehilangan orang tuanya.
Acara yang berlangsung di Kantor Keuchik gampong ini tidak hanya menjadi momen berbagi, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga. Puluhan anak yatim dan piatu dengan wajah polos dan penuh harapan menerima santunan yang bersumber dari dana desa, yang telah dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) Pante Labu tahun 2025.
Dalam sambutannya, Keuchik Mukhlis menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah desa untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan. Ia juga berharap bantuan tersebut dapat memberikan sedikit kebahagiaan bagi anak-anak yang telah kehilangan sosok ayah atau ibu.
“Kami sadar bahwa tak ada yang bisa menggantikan kasih sayang orang tua, namun kami ingin menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri. Desa ini adalah rumah bagi mereka, dan kami semua adalah keluarga yang akan terus mendukung serta menyayangi mereka,” ucap Mukhlis dengan suara penuh ketulusan.
Sejumlah tuha peut gampong dan tokoh masyarakat turut hadir dalam acara tersebut, memberikan doa dan dukungan bagi anak-anak yang menerima santunan. Mereka menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga pengingat bagi semua pihak untuk senantiasa memupuk rasa empati dan peduli terhadap sesama.
Salah satu penerima santunan, seorang anak perempuan berusia 10 tahun, tak mampu menyembunyikan rasa haru ketika menerima amplop dari Keuchik Mukhlis. Dengan suara lirih, ia mengucapkan terima kasih dan mendoakan kesehatan serta keberkahan bagi semua pihak yang telah peduli kepadanya.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada semua yang telah membantu. Semoga Allah membalas kebaikan ini,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Tak hanya sekadar memberikan bantuan materi, acara ini juga diisi dengan doa bersama sebagai wujud rasa syukur atas berkah Ramadan yang telah dilalui. Suara lantunan doa memenuhi ruangan, membawa suasana penuh khidmat. Para hadirin, mulai dari anak-anak hingga orang tua, larut dalam suasana haru dan kekhusyukan.
Keuchik Mukhlis berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi tradisi di Gampong Pante Labu. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk saling mendukung dan bergandengan tangan dalam membangun desa yang penuh cinta kasih.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat bahwa kebahagiaan sejati adalah ketika kita mampu berbagi. Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang kuat dan berdaya, meski tanpa kehadiran orang tua di sisi mereka,” tutup Mukhlis dengan suara bergetar.
Dengan berakhirnya acara, wajah-wajah ceria dan senyum penuh syukur tampak menghiasi anak-anak yang menerima santunan. Di balik kesederhanaan pemberian tersebut, terselip makna mendalam tentang cinta, kepedulian, dan kekuatan kebersamaan.
Semoga spirit berbagi dan gotong royong terus tumbuh di Gampong Pante Labu, menjadikan desa ini sebagai tempat yang penuh kehangatan bagi semua warganya.
Reporter:(ZAS)(BRS)