Sisi Gelap Ilusion Bistro dan Karauke di Labuhan batu, berdiri gagah dikelilingi gereja.

Labuhan batu, jurnalpolisi.id

Kejahatan di Balik gemerlapnya lampu-lampu malam yang menyinari jalan-jalan kota Rantau Prapat, terdapat sisi gelap yang jarang terlihat oleh mata awam, dan Pemerintah Kabupaten Labuhan batu serta Aparat hukum di Wilayah hukum Kabupaten Labuhan batu, Sumatra utara, Demikian Pantauan awak media , di Edisi Selasa, 18/2/2025

Di Edisi kali ini tim kolaborasi awak media dan Lembaga Swadaya Masyarakat Taat Wong Nusantara ( LSM-TAWON) Ramses Maruli tua Sihombing menjambangi diduga sisi gelap hiburan malam dikota Rantau prapat.

Sebuah tempat yang bernama Imbalo yang memiliki fasilitas tempat dugem yang dinamai dengan nama Ilusion bistro dan karoke di Jalan By pass Adam Malik Rantau prapat berdampingan dengan beberapa rumah ibadah gereja menjadi sorotan tim kolaborasi DPP LSM Taat Wong Nusantar ( LSM-TAWON ) dan awak media setelah mendapat kabar dan buah bibir masyarakat yang peduli labuhan batu.

” Yah tempat itu di beck up oknum, namun diduga izin keramaian tidak mereka miliki, kerjanya cukup rapi kordinasinya, seperti terstruktur, sistematis dan masif hahaha seperti pelanggaran pilkada saja “, sebut seorang pengamat yaitu masyarakat anti Narkoba

Menyikapi keberadaan Ilusion bistro dan karauke berdiri gagah berdampingan dengan beberapa rumah ibadah ummat kristiani yaitu dikelilingi gereja ditambah lagi beroperasi dan diduga berpesta narkotika menjelang bulan suci ummat muslim yaitu bulan Ramadhan membuat berbagai pertanyaan, dan berharap komitmen Aparat hukum terhadap pemberantasan Narkoba.

” Masihkah kita masyarakat labuhan batu menjunjung tinggi nilai-nilai Ideologi bangsa yaitu Pancasila pada sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa ” Sebut Ranses Sihombing

” Dan kita berharap aparat hukum harus tegak lurus mendukung Asta cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yaitu pada misi yang ke tujuh memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan Narkoba, serta misi kedelapan, memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antar ummat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.” Sebut Ramses Marulitua Sihombing DPP LSM TAWON

Ditengah rintik hujan malam ini tim kolaborasi melakukan cek dan ricek investigasi dan konfirmasi keberbagai pihak

Selimut tebal disisi gelap ini sulit untuk diungkap, pasalnya kali ini tim tidak diizinkan untuk masuk keruangan dan tidak satu dapat dikonfirmasi, dan tim dihalangi penerima tamu seperti tirai diduga kejahatan itu ditutupi dengan begitu tebalnya sehingga untuk melakukan konfirmasi kepada manager Ilusion bistro dan karoke yang disebut tuan Jojo atau humas Imbalo atau Ilusion bistro dan karauke pun tidak dapat di jumpai dan oknum yang membek up tempat tersebut tidak dapat di jumpai pula

Kehadiran tim kolaborasi di Imbalo disambut orang yang tidak dikenal yaitu pengguna Ektasi yang diduga sudah kecanduan dan bertanya kepada tim kolaborasi,

” Bang abang punya be er boleh aku pakai dulu”, sebutnya berbisik, membuat gelak tawa tim kolaborasi, ” sudah gila ini orang atau ketinggian dosis ya “

Sebenarnya konfirmasi yang akan dipertanyakan cukup sederhana, Siapa pemilik dari Imbalo atau Ilusion bistro dan karauke, benarkah berdugem ria ditempat itu sampai pagi tidak ada tamu yang menggunakan barang Narkotika jenis ektasi, adakah jaminan tidak terjadinya transaksi perdagangan Narkotika disana, benarkah ada oknum yang memback up kegiatan tersebut,

Sebelumnya dikabarkan dilabuhan batu bahwa ada beberapa tempat hiburan malam terpapar dan terindikasi menjadi tempat transaksi perdagangan dan pengguna barang haram Narkotika jenis ektasi dilansir dari berita-berita sebelumnya.

Dunia hiburan malam, dengan klub-klub, bar, dan pesta-pesta mewah, menyimpan berbagai cerita tentang kejahatan yang terjadi di balik layar, sisi gelap hiburan malam menjadi fenomena yang semakin memprihatinkan dilabuhan batu khususnya.

Terkonfirmasi dari masyarakat yang tinggal disekitaran Imbalo menyatakan, ” Perdagangan dan transaksi nakoba jenis ektasi dan sabu sering dilakukan disana, dan mereka berpesta sampai pagi, kami berharap aparat hukum untuk mengambil tindakan, dan meminta untuk menghentikan kegiatan betdugem ria di Ilusion Bistro dan karauke katena merusak mental masyarakat “, sebut warga.

( Rahman f hasibuan )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *